Chondro (Morelia Viridis)

Rabu, 04 Mei 2011



Green Tree Python (Morelia Viridis) atau yang biasa dikenal dengan nama Chondro banyak terdapat di Papua, Irian Jaya, New Guinea & Australia. Ular Chondro tinggal di habitat yang lembab dan bagian tropis yang hangat. Chondro termasuk satwa yang mulai langka di tempat asalanya karena penghancuran habitat, perdagangan kulitnya & diburu untuk makanan dan obat kulit. Seperti kebanyakan ular pohon, chondro memangsa binatang pengerat (tikus, mencit) dan unggas kecil. Chondro dewasa berukuran panjang hingga 2,1 meter untuk specimen yang besar, sedangkan untuk specimen yang medium, chondro bisa mencapai panjang 1.8 meter. Chondro suka bergelung di pohon, melingkarkan diri dengan kuat di cabang pohon.

Add caption

Chondro memiliki lubang thermosensory di sepanjang labial atas dan bawah. Kebanyakan Chondro berwarna hijau cerah tapi ada beberapa chondro dewasa yang berwarna biru atau kuning (chondro canary). Sebagian besar Chondro memiliki serangkaian titik putih / biru dan atau bintik lateral yang jelas terlihat. Bayi chondro memiliki warna yang sangat variable. Bayi chondro bisa berwarna merah bata, kuning lemon hingga coklat. Anehnya, semua warna ini bisa ditemukan di clutch telur yang sama.

Nama ilmiah Morelia Viridis baru didapatkan pada tahun 1994, sebelumnya nama ilmiah chondro adalah Chondropython viridis. Penggantian nama ini menunjukkan kekerabatan chondro yang sangat dekat dengan carpet python. Bayi chondro bisa berubah warna secara drastis dan ini dimulai saat bayi chondro berumur beberapa minggu hingga berumur 2 tahun. Musim kawin chondro biasanya terjadi pada akhir bulan Agustus hingga akhir bulan Desember dan chondro bertelur sekitar akhir bulan November hingga Februari. Chondro betina harus memiliki tempat untuk bertelur yang menggantung atau telur akan jatuh ke tanah. Masa inkubasi telur chondro adalah 39 hingga 65 hari.

Chondro mencari mangsa di tanah pada malam hari dan tidur di siang hari. Lubang thermosensory membantu mereka mengenali perubahan suhu. Contohnya, jika ada hewan yang bersuhu tubuh hangat mendekati jangkauannya, chondro akan dapat mengenali perubahan suhunya.

Secara keseluruhan, chondro adalah ular yang cantik & sangat popular. Warnanya bervariasi & indah. Tapi walaupun ukurannya cocok sebagai hewan peliharaan, chondro memiliki temperamen yang agak liar. Maka dari itu, dianjurkan hanya yang punya kesabaran dan mungkin sudah berpengalaman yang sebaiknya memelihara chondro.


Mitos tentang Chondro

Saya telah menyertakan bagian ini untuk menghilangkan beberapa keyakinan umum tentang Green Tree Python yang sebenarnya tidak benar. "Sedikit ragi mencemarkan seluruh roti", dan meskipun ada sedikit kebenaran dalam beberapa kepercayaan, persepsi publik sering kehilangan logika dengan kenyataan. Saya harap komentar saya akan dapat meluruskan semua kesalahpahaman publik.


Mitos # 1: "Chondro sulit untuk dipelihara dan hanya untuk para Advance Keeper"
Fakta: Saya tidak merasa bahwa GTPs sulit dipelihara jika kebutuhan khusus mereka dipahami dan dipenuhi. Meskipun memang benar bahwa pemeliharaan mereka tidak semudah pemeliharaan cornsnakes dan tidak akan hidup dalam sembarangan kandang atau lingkungan, memberikan apa yang mereka butuhkan tidaklah sulit. Sementara, memelihara beberapa jenis ular tetap penting sebelum memelihara chondro, dan saya tidak menyarankan mereka untuk ular pertama, mereka dapat dipelihara dengan baik oleh siapapun yang mau belajar dan melakukan memenuhi yang diperlukan.


Mitos # 2: "Chondro adalah ular yang sangat galak dan kejam"
Fakta: Chondro ditangkap dari alam dalam semua jenis temperamen, dari yang paling jinak, sampai yang untouchable. Kebanyakan chondro wild-caught dibesarkan secara captive diurus hanya pada siang hari. Chondro baby itu ringkih, tidak dapat dan tidak dibenarkan untuk dihandle dibawah umur. Kebanyakan WC dewasa akan merespon dengan baik untuk sentuhan lembut. Neonates yang belum sampai usia satu tahun tidak boleh dihandle, untuk mencegah kerusakan tulang belakang (spinal-kinks / spinal-damage). Jika anda ingin membeli chondro jinak untuk dihandling, lebih baik anda membeli chondro adult atau chondro yang sudah berumur lebih dari 1 tahun.
CATATAN: Semua chondros harus diperlakukan dengan lembut setelah gelap, wajar saja bila chondro yang sangat jinak sekalipun dapat sesekali menyerang anda pada setiap gerakan.


Mitos # 3: "Chondro perlu tempat yang sangat lembab dan di misting setiap saat"
Fakta: Ini adalah ide yang buruk yang dapat menyebabkan masalah kulit. Siklus harian kelembaban yang tinggi dan diikuti pengeringan adalah yang terbaik. Jika terrarium Chondro anda akan ditumbuh jamur jika terlalu basah. Ini adalah salah satu yang paling menakutkan dan membingungkan pada aspek perawatan GTP untuk pemula, tapi tidak perlu bingung. Chondro anda tidak akan mati jika kelembabannya kurang. Masalah shedding adalah gejala paling umum salah kelembaban, dan shedding dapat dibantu tanpa masalah.


Mitos # 4: "Chondro memiliki gigi yang besar, panjang, dan tajam"
Fakta: Chondro memang berbeda dari Emerald Tree Boa dari Amerika Selatan, yang memiliki kedua gigi depan atas dan bawah mulut lebih dan sangat besar. Itu tidak berarti bahwa GTPs berkesankan tidak memiliki gigi, tetapi mereka tidak bertaring besar. Sebuah gigitan terasa sakit dari chondro dewasa kurang sakit jika dibandingkan dengan ETB... dan saya bicara dari pengalaman pribadi dalam kedua hal ini, saya memelihara GTP dan ETB.


Mitos # 5: "Anda dapat mengetahui locality dengan melihat penampilan Chondro"
Fakta: Meskipun ada beberapa warna dan pola unik di luar ciri-ciri geografis, yang umumnya terkait dengan chondro ras, terutama Aru dan Pulau Biak bentuk klaim yang paling khas sekadar impian yang terbaik. GTP sangat bervariasi, dan foto foto dokumentasi penangkapan oleh para pencari chondro di alam liar sangat mustahil untuk didapatkan. Entah bagaimana, banyak orang mendapatkan gagasan bahwa sebuah penamaan "locality" pada hewan tertentu membuatnya lebih diinginkan, tetapi tidak ada morphs dan genetik yang diturunkan dari locality.


Mitos # 6: "Banyak Chondro yang mahal, mereka semua senilai harga yang sama"
Fakta: Dibandingkan dengan apa? GTP diproduksi dengan sertifikat, peternak berorientasi mutu itu tidak murah. Python jenis ini tidak mudah berkembang biak, dan bayi dapat menguras cukup tenaga untuk dijaga kelangsungan hidupnya. Ketika datang untuk membeli kualitas, Captive Breed chondro dilahirkan dengan catatan keturunan, feeding chart info, shed, dan info menetas, serta diberitahu expertise advice, Anda akan mendapatkan apa yang anda bayar. Saya menghabiskan ratusan jam untuk menolong mereka yang telah membeli hewan lebih murah dan tetapi tidak dapat mendapatkan bantuan dari penjual.
 
Mitos # 7: "Chondro tidak sulit untuk dibiakkan, banyak orang yang bisa mengembangbiakkannya"
Fakta: Memang benar sekarang ini lebih banyak breeder yang sukses daripada dulu, dan saya ikut senang tentang hal ini. Saya mendukung upaya penangkaran oleh semua orang yang melakukannya dengan integritas tinggi. Juga benar bahwa satu kali copulation, akan banyak baby chondro yang menetas, dan banyak peternak yang mampu menetaskannya tetapi tidak mampu dan tidak bisa memberi mereka makan. Perlu waktu bertahun-tahun untuk belajar dan menyempurnakan teknik yang secara konsisten untuk memproduksi chondro kualitas, dan bahkan peternak terbaik masih kehilangan pegangan akan hal ini. Fakta sederhana bahwa pasar tidak dibanjiri GTP yang dibiakkan secara Captive Breed seperti banyak orang di dunia reptil harus membuka mata dan meminta penjelasan kebenaran tentang farm. Captive Hatch tidak sama dengan Captive Breed !
 
Mitos # 8: "Chondro berwarna biru akan menghasilkan baby Chondro berwarna biru saat dewasa"
Fakta: Sebenarnya, Anda dapat mengganti warna lain untuk "biru" ... kuning yang paling umum. Sebenarnya, sementara para induk yang memiliki sifat yang dikehendaki mungkin memiliki kesempatan yang lebih untuk menghasilkan keturunan dengan sifat yang sama, hanya persentase dari keturunannya akan menunjukkan berbagai tingkat sifat itu. Beberapa garis keturunan yang jelas lebih potensial daripada yang lain, dan hanya dari pengalaman melihat yang sebelumnya, anda bisa membuat penilaian yang baik tentang potensi seekor binatang. Saya tidak akan pernah membayar dengan harga gila-gilaan untuk baby yang hanya dihasilkan dari penampilan indukannya dengan non-proven genetics.


Ini ada beberapa Chondro yang sudah di kembangbiakkan dengan cara kawin silang dan menjadi ular-ular yang menakjubkan, 




















Big Thanks to Uncle Greg M.
 
source : Greg Maxwell

Sumber tambahan : cbreptile.multiply.com
                              www.finegtps.com
                              www.satwaunik.com

Thanks for Visit and Comments

Baca Lanjutannya.. Read more...

Ular Terkecil didunia

Selasa, 03 Mei 2011


Sudah sering mendapatkan ular ini, akhirnya di foto-fotoin deh.

Ramphotyphlops lineatus.

Ular ini TIDAK berbisa, makannya telur cacing dan suka masuk ke liang pasir....
termasuk keluarga ular primitif dengan mata dan sisik sangat kecil. mata buta karena memang hidup di pasir.

yang membedakan dengan cacing, ular ini bersisik, sedangkan cacing tidak bersisik dan berlendir.... bergerak seperti ular dengan membentuk gerakan spiral.


keterangan singkat dari wikipedia
Common names: long tailed blindsnakes, long-tailed blind snakes,worm snakes

Ramphotyphlops is a genus of non-venomous blind snakes found in southern and southeast Asia and Australia, with one species inhabiting the Americas, as well as many islands in the southern Pacific Ocean. They occur in a wide variety of habitats. Currently, 49 species are recognized


Keterangan dari data sioux :
Ramphotyphlops lineatus (Schlegel, 1839)
Original Name : Typhlops lineatus
Synonym : Typhlops lineatus Boie, 1827 (nomen nudum); Typhlops lineatus var. sumatrana Werner, 1896
Type : RMNH 3692a,b from Java, Indonesia
Common Name : Striped Blind Snake
Vernacular Name : Ular cacing; Ular besi
Distribution : S China, Vietnam, Laos, Cambodia, Thailand, Peninsular Malaysia, Singapore, Nias, Sumatra, Bangka, Java, Madura, Kalimantan, Sarawak and Sabah

jangan dibunuh ya....
selain membantu mengatur populasi cacing ditanah karena makan telur cacing, ular TERKECIL didunia ini adalah salah satu dari sekian juta satwa liar yang eksotis dan unik di bumi ini...

JANGAN BUNUH ULAR.. :)

SIOUX - Lembaga Studi Ular Indonesia
Sumber : siouxindonesia.multiply.com

Baca Lanjutannya.. Read more...

Sphenodon punctatus Tuatara

Senin, 02 Mei 2011

Tuatara pernah hidup di seluruh daratan Selandia Baru tetapi bertahan di alam liar hanya pada sekitar 30 pulau-pulau lepas pantai.  Pulau-pulau memiliki karakteristik bebas dari ancaman seperti tikus dan predator mamalia lain yang diketahui memangsa Tuatara muda dan telur-telur Tuatara.

Pulau-pulau biasanya ditempati oleh koloni kadal, mamalia, dan burung laut yang sedang berkembang biak, hal ini semuanya dibutuhkan oleh Tuatara untuk bertahan hidup.


Tuatara adalah reptil kuno teman main dinosaurus, Tuatara memiliki keragaman genetik yang rendah dari suatu spesies. keanekaragaman genetik rendah memiliki implikasi bagi hewan seberapa baik ditempatkan untuk mengatasi perubahan iklim masa depan, dan juga untuk kelangsungan hidup populasi yang baru didirikan. Ini bisa jadi kelemahan sekaligus kelebihan yang di miliki Tuatara.
Keragaman genetik yang rendah sering dikaitkan dengan kerentanan terhadap patogen baru dan keberhasilan reproduksi rendah tetapi memiliki kemampuan untuk mengatasi perubahan lingkungan di masa depan.

Hanya ada dua jenis tuatara yang diakui asli Selandia Baru terdiri dari dua subspesies. Yang pertama The northern tuatara / Tuatara Selatan ( Sphenodon punctatus punctatus ) ada di pulau-pulau dari Bay of Plenty utara, dan yang kedua adalah The Cook Strait tuatara / Tuatara Selat Cook (S. punctatus).
suatu subspesies yang ada di Takapourewa (Stephens Island) dan Kepulauan Trio di Marlborough Sounds.  

Spesies Tuatara lainnya ada di Pulau Brothers (S. guntheri) sedikit lebih jauh dari Kepulauan Marlborough Sounds. Namun Tuatara ini sedikit lebih kecil badannya.
Pada tahun 2009 penelitian meneliti DNA dan data allozyme untuk semua populasi dan menyimpulkan Tuatara digambarkan sebagai spesies tunggal terbaik yang berisi varian geografis yang khas dan penting.

Kehidupan tuatara

Tuatara jantan yang lebih besar dari betina dan memiliki punggung lebih menonjol dengan di penuhi duri (seperti iguana) sepanjang punggung. Mereka berdua menjadi seksual dewasa ketika mereka 15 sampai 20 tahun.
Seperti reptil lain suhu sangat berpengaruh untuk menentukan calon bayi yang akan lahir, jika suhu panas maka lahir Tuatara jantan. Ini menyebabkan Tuatara sulit mencari pasangan bila ada pemanasan global.


Fakta tentang Tuatara : 

• Tuatara dapat menahan nafas mereka selama satu jam!
• Mereka tumbuh sangat lambat dan hanya berhenti tumbuh pada usia 35 tahun.
• Mereka dapat hidup sampai lebih dari 100 tahun.
• Seperti reptil lain, Tuatara adalah hewan berdarah dingin.
• tuatara aktif di malam hari dan lebih suka cuaca dingin. Namun mereka akan sering berjemur di bawah sinar matahari untuk menghangatkan tubuh mereka
• Pada malam hari bila tidak hujan mereka keluar untuk berburu makanan - terutama serangga, kadal dan burung laut dan telur ayam.
• Tuatara remaja berburu makanan pada siang hari - untuk menghindari dimakan oleh tuatara dewasa pada malam hari!
• Warna tuatara berkisar dari hijau zaitun sampai coklat ke oranye-merah, dan mereka dapat mengubah warna selama hidupnya
• Tuatara berganti kulit mereka sekali setahun
• Mereka sering hidup di liang tua yang sebelumnya digali oleh burung laut.
• saat menetas tuatara menggunakan 'gigi telur' mereka, seperti sebuah paku di ujung moncong mereka, untuk keluar dari telur mereka. 'gigi telur' ini akan jatuh setelah tiga minggu pertama menetas.
• Tuatara jantan memiliki lambang khas dari duri di sepanjang leher dan punggung yang dia bisa kipas keluar untuk menarik betina atau saat bertengkar dengan pejantan lain.
• Tuatara adalah makhluk luar biasa. Mereka talah mengalami jaman pra-sejarah, kita harus melindungi mereka agar tidak punah.

Kabarnya para ahli dan peneliti akhirnya bersuka cita karena salah satu hewan asli Selandia baru ini akhirnya memiliki selusin telur setelah berusia 111 tahun.Tuatara betina bisa menyimpan sperma jantan sampai bertahun-tahun.
BRAVO Tuatara!

Baca Lanjutannya.. Read more...

Lariangon / Picung (Rhabdophis subminiatus)

Ular Lariangon umumnya dikenal sebagai ular picung, ular yang tak berbahaya, atau berbisa sangat lemah. Tapi jangan salah justru sebaliknya ular ini berbahaya.
Red necked keelback atau Rhabdophis subminiatus


memiliki ciri khas warna merah pada bagian leher setelah warna hijau hingga kuning, tapi karena warnanya yang cemerlang, ular ini kerap dipelihara orang dan dijadikan hewan peliharaan. Dengan bisa campuran dari beberapa procoagulant, cukup utk membunuh seekor anjing besar.

Gejala yang dari gigitan ular ini adalah pendarahan yg terjadi dibeberapa bagian tubuh, muntah,sakit perut, collapse, nausea, sakit kepala dll. Bisa ular ini punya efek samping yang timbul dalam jangka waktu lama seperti : Gagal ginjal, Bahkan stroke yg mampu menyebabkan kematian.

Jika ada yang bilang, sehabis digigit ular ini tidak terjadi efek apa apa, ini dikarenakan tering tidak mengenai nya. Jenis ular ini bukan python tetapi masuk kedalam kelas colubrid (Colubridae), bertaring pendek, taring ular ini terletak di rahang atas bagian belakang (bagian dalam), jadi jika sudah dikunyah, racun bisa nya sudah pasti keluar!


Meskipun mudah jinak, ular ini sukar diperkirakan sifatnya dan tiba-tiba saja dapat menggigit pemeliharanya tanpa tanda-tanda khusus.
Ular ini makan burung, kadal, tikus kecil atau pingkies (anak tikus), katak, ikan - ikan kecil dan cicak.

Bisa ular picung menimbulkan efek yang dapat membahayakan jiwa korban, yakni berupa menurunnya kemampuan pembekuan darah sehingga terjadi pendarahan pada organ-organ dalam tubuh. Beberapa korban memerlukan perawatan serius di rumah sakit untuk memulihkan sistem peredaran darahnya yang terganggu oleh bisa.


Diyakini bahwa kasus semacam ini cukup banyak terjadi dan sudah tercatat dengan baik di berberapa negara termasuk Singapura dan A.S. Oleh sebab itu, beberapa kalangan menganjurkan agar ular ini dikategorikan sebagai ular yang berbahaya atau yang harus ditangani secara amat hati-hati.

Baca Lanjutannya.. Read more...

Boiga multimaculata

Minggu, 01 Mei 2011

Add caption
Family: Colubridae
Genus: Boiga
Species: multimaculata
Common Names : Large Spotted Cat Snake , Marble Cat Snake , Many-spotted Cat Snake
Region : Indian Sub-continent, North Asia, Southeast Asia (Bangladesh, Brunei, Cambodia, China, Hong Kong, Indonesia, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapore, Thailand, Vietnam)
Local Range : Sumatra, Jawa, Kalimantan.
Adult Length in Metres: 0.70 m s/d 1.87 m
Habitat : Hutan tropis, dataran rendah sekitar sungai / kali pd ketinggian 1700 m
Habits : Nocturnal, arboreal. Dpt ditemukan melingkar pd cabang pohon, sesekali mencari makan di dasar hutan. Tidak berusaha untuk lari jika bertemu predator. Membunuh mangsanya dengan cara membelit.
Mangsa : Telur mereka sendiri, burung, ular, kadal..
Venom : Tidak diketahui
Efek klinis : Kemungkinan terkena bisa rendah / ringan
Efek lokal pd luka : tidak terlalu sakit dan sedikit rasa panas pd luka

Untuk sementara segini aja dulu ya, bagi yang lebih tau mungkin bisa kirim2 komen atau info-infonya untuk ular yang satu ini. tengkyu

Baca Lanjutannya.. Read more...

Kirim Reptil keluar kota

Sabtu, 30 April 2011

Hmm,, dari judulnya aja udah ketauan... , yup gw kirim reptil seperti ular atau biawak melalui jasa pengiriman, khususnya bis / kereta. ini ada sdikit tips sederhana dari gue... (yah...untuk info-info aja si) sebatas yang gue tau. he

Baik, kita mulai (hehe), untuk mengirim binatang peliharaan khususnya ular, kita harus menyiapkan kain karung. langsung saja karungin deh tu ular-ular sendiri2 (kalo kainnya banyak), jangan lupa beri sedikit potongan kertas ataw sobekan-sobekan koran didalamnya (kertas apa aja boleh) agar ada sedikit mainan, dan agar si ular gak bosen. koran juga bisa meredam panas lho (lumayan laah). Lalu di ikat kuat.


Untuk mengirim reptil, gue biasanya pakai sebuah keranjang pelastik, biasa disebut keranjang buah, lumayan kuat untuk menjadi kerangka untuk pengiriman2 barang, khususnya binatang...
kali ini ada banyak gambar-gambar nih ",),,




pertama-tama kita harus menyiapkan sedikit bahan2 (wah ud kayak acara masak memasak) : seperti di gambar ada tali plastik (biasa di sebut tali rapiah), trus plester atw lakban, gunting, koran bekas, lalu kawat tipis (kawat ikat), serbuk kayu, dll.


pertama-tama plester bagian bawah keranjang buahnya, ini bertujuan agar nanti takutnya ada air menggenang di sekitar (siapa tahu aja rembesan hujan atw tumpahan air, dll), trus plester juga bagian sampingnya, tetapi hanya sedikit dibagian bawah aja (jgn full).

Add caption

Lalu beri selembar koran untuk tatakan serbuk, dan tuang serbuk kayu yg udah dipersiapkan, tuang sampai 3-5cm atau sebatas plester yg di tempel. Plester/lakban ini agar serbuk tidak tumpah kmana mana, dan serbuk ini berfungsi untuk menahan benturan (yah paling tidak menahan sedikit benturan yang disebabkan proses pengiriman).


Lanjut.. potong koran untuk bagian samping (di kelilingi seperti di gambar dibawah) agar ketutup dan gak kliatan dari luar kalo keranjang buahnya gak di kerdusin.. lanjut lagii taruh karungan ular2nya, untuk tutup keranjang buah di bagian bawah (dalam) di tempel lembaran koran juga (untuk penahan panas langsung).

Add caption

Tutup keranjang buah sampai bunyi mengunci, diujung ujungnya di ikatkan kawat-kawat yg udah disiapin, kawatin sampai sekelilingnya dengan tang.


Setelah itu baru ikat dengan tali rapiah (kelilingi tanpa dipotong2, dibikin simpul sederhana aja). hmm..gak ada fungsinya sii ,,cuma biar yang buka nanti ribet aja. sebagai penutup di sesi ini adalah menempelkan kertas bertuliskan alamat si penerima, dan ditulis jangan di banting kek, jgn kena panas kek, atau apa aja yg kalian suka.


Untuk tambahan cari kerdus yang sesuai dengan keranjang buahnya, cari yang lebarnya pas dan paling tidak sedikit lebih tinggi dari keranjang buah, untuk ruang untuk udara, hihiy.. seperti gambar dibawah ini ni...

contoh gambar (kerdusnya sedikit lebih tinggi dari keranjang buah):

lalu bolong-bolongi agar nantinya udara bisa masuk. Oiya jangan lupa kerdusnya di plester lagi di bagian bawahnya (luar dan dalam), lubangi juga di bagian ujung-ujung (sudut-sudut) bawah kerdus dan sampingnya juga.

Add caption


Add caption

Masukan keranjang yang berisi ular tadi dan plester lagi dibagian atas, terakhir jangan lupa tempelkan alamat penerima dan pengirim juga.

Add caption

Selesai sudah pelajaran hari ini anak2..(hahha...) terima kasih yaa..


yang biasa gue kirim dengan metode ini sii,, hmm ada mamalia, seperti tupai, tikus, hamster, sugar glider, biawak, ular pastinya.

Sekali lagi terima kasih yaa..

Baca Lanjutannya.. Read more...

Tips Menjinakkan Ular Wild Caught (Non Venomous)

Minggu, 20 Februari 2011

Ular wild caught atau tangkapan liar biasanya cenderung bersifat lebih defensif karena secara alami dan naluriah mereka akan mempertahankan dirinya dari predator atau makhluk lain yang dianggap merupakan ancaman bagi mereka, termasuk manusia.
hookbuton
Akan tetapi tidak mustahil kita bisa menjinakkan ular wild caught tersebut apabila kita ingin memeliharanya. Apabila kita ingin agar ular tersebut menjadi jinak, sebaiknya ular yang akan dipelihara adalah bukan ular dewasa. Ular dewasa akan sangat sulit dijinakkan karena naluri defensif sudah sangat kuat tertanam di benaknya. Akan semakin mudah untuk menjinakkan ular yang lebih muda, karena mereka akan belajar bahwa kita sebagai pemeliharanya tidak akan menyakiti mereka, tapi justru merawat mereka dengan penuh kasih sayang.
Ular yang baru saja ditangkap dari alam biasanya stress dan membutuhkan waktu beberapa lama untuk adaptasi dengan kandang atau lingkungan barunya. Masa-masa stress ini biasanya ditandai dengan ular tidak mau makan. Sebaiknya ular yang baru ditangkap jangan langsung dijinakkan. Beri mereka waktu untuk beradaptasi dengan kandang/lingkungan barunya. Sediakan kandang yang nyaman serta cukup air untuk minum atau tempat berendam, sediakan juga hidding place apabila diperlukan. Sebisa mungkin jangan dipegang-pegang dulu kecuali diperlukan (contoh: membersihkan kandang dan penjemuran). Dan coba berikan mereka makanan secara berkala (contoh: 5-7hari sekali).
Apabila ular sudah beradaptasi dengan kandangnya dan tidak stress lagi (ditandai dengan ular sudah rutin makan), barulah kita bisa memulai proses penjinakan. Tidak perlu tergesa-gesa dalam proses penjinakan karena ular tersebut malah justru bisa menjadi stress kembali. Lakukan sedikit demi sedikit dan teratur secara berkala, ular-pun akan belajar sedikit demi sedikit bahwa kita tidak akan menyakitinya, dan pada akhirnya nanti dapat menjadi tenang dan jinak dengan sendirinya secara berangsur-angsur.
Demikian beberapa tips yang dapat dicoba dalam proses penjinakan:
1. Pada tahap pertama ini, jangan terlalu lama dan sering meng-handle ular anda, karena dapat menyebabkan ular anda stress kembali. Handle pada saat pembersihan kandang saja. Rendam ular anda di tempat khusus untuk merendam dengan diisi air yang tidak terlalu tinggi/dalam untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel di kulitnya. Sementara itu anda dapat membersihkan kandangnya dan mengganti alasnya dengan yang baru.
gloves2
2. Setelah kandang bersih, coba handle ular anda dengan menggunakan alat bantu berupa hook atau bisa juga dengan gloves/sarung tangan. Pilih sarung tangan yang tidak berbahan dari kain/benang wool karena dapat mengakibatkan gigi ular tersangkut pada kain atau rajutan benang wool misalnya ular wild caught anda menggigit. Sarung tangan berbahan kulit atau terpal akan lebih baik untuk digunakan.
3. Handle ular anda dengan mantap dan hati-hati. Ular yang masih sangat defensif akan diam saja dan hanya melilit tangan anda dengan kuat. Usahakan untuk membuat ular anda bergerak/berjalan dari satu tangan ke tangan anda yang lain. Jangan menyentuh dahulu bagian kepala dan leher ular karena itu dapat membuat mereka merasa terancam, dan kemudian memicu sifat defensifnya. Sebisa mungkin hindari/jauhkan kepala ular dari wajah anda. Lakukan sebentar saja, kira-kira 10-20menit, kemudian masukkan kembali ke kandangnya, dan beberapa hari kemudian berikan makan kepada ular anda seperti biasa.
Ulangi tahap 1 s/d 3 selama beberapa kali. Apabila ular anda tetap mau makan rutin, lanjutkan ke tahap berikutnya.
4. Tambahkan frekuensi handle ular anda menjadi 2 kali dalam seminggu. Anda dapat meng-handlenya 4 hari setelah ular makan dan pada saat pembersihan kandang. Tambahkan juga waktunya menjadi 20-30menit. Pada saat ini anda dapat mencoba menyentuh bagian leher dan mengusap2 kepalanya. Lakukan dengan perlahan agar ular tidak kaget dan sedikit demi sedikit mereka akan belajar bahwa anda tidak akan menyakitinya. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.
gloves1
5. Apabila ular sudah terlihat lebih kalem (biasanya ditandai dengan sudah jarang/tidak pernah mencoba menggigit lagi dan gerakan ular yang lentur serta tidak terasa kaku ketika berjalan di tangan anda), silakan mencoba untuk meng-handle ular anda tanpa menggunakan alat bantu lagi. Handle dengan ekstra hati-hati, usahakan untuk tidak membuat gerakan secara tiba-tiba agar ular anda tidak kaget. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.
6. Apabila setelah tanpa menggunakan alat bantu-pun ular anda sudah jarang/tidak lagi mencoba menyerang, akan tetapi biasanya akan terlihat masih mudah kaget apabila ada gerakan dari sekelilingnya, anda tinggal perlu untuk menambahkan frekuensi handling menjadi 3-4 kali dalam seminggu. Lakukan semua tahap dengan kesabaran dan ketelatenan, mudah-mudahan ular anda akan segera menjadi sahabat yang sangat menyenangkan bagi anda.
Catatan: Masing-masing ular mempunyai karakter yang berbeda-beda meskipun dari jenis yang sama. Ini akan mempengaruhi cepat-lambatnya proses penjinakan, tergantung bagaimana karakter ular tersebut.

Sumber : www.reptilx.com

Baca Lanjutannya.. Read more...

Click to Save the Rainforest

Save the Rainforest

Click to Stop Global Warming

Stop Global Warming

This site sponsored

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP