Foto-foto tokek ku,,,

Minggu, 28 November 2010

Foto Tokek:

pagi yang cerah, dari pada bengong akhirnya gue foto-foto in tokek aja deh,, ini ada sebagian tokek-tokek koleksi, kebanyakan ada yang mati n gak sempet di foto-in. disini juga sekalian ada ukuran beratnya, jadi ditimbangin satu-satu, yah buat perbandingan aja kalo ada yang punya atau nanya-nanya kalo yang se ons semana gedenya?, dan seterusnya.

sebagai perbandingan biasanya gue taruh korek api atau apapun yang umum, kebetulan merek korek api gas nya "tokay" jadi iklan dah nii,,hehe.

hmm asal tokek-tokeknya beragam, ada yang dari jawa, ada yang di kasih teman, ada yang nangkep sendiri, ada yang dari bali, asalnya dari jokja juga ada...jadi yah campur-campur lah, fotonya cuma buat iseng-iseng jadi kalo ada yang mau pelihara reptil, mudah-mudahan mau pelihara tokek juga untuk melestarikan tokek besar/ tokek rumah ini, karena di sebagian tempat kebanyakan tokek di bunuh karena masih takut sekali sama keberadaannya yang menyeramkan.

Foto 1:

Foto 2:

Foto 3:

Foto 4:

Foto 5:

Tengyu yah udah baca artikelnya n liat-liat gambarnya, smoga kapan-kapan bisa lebih banyak

Baca Lanjutannya.. Read more...

Biawak Rote

Rabu, 20 Oktober 2010

Blue Spot Timor Monitors (Varanus timorensis)/
(Varanus auffenbergi)


ini ni biawak kecil nan imut, Asalnya dari kepulauan (Pulau Roti) dekat Timor, panjangnya hanya sekitar 60 cm. biawak ini bertelur, biasanya 4 sampai 6 telur. dengan suhu inkubasi sekitar 29 ° C, dan bayi menetas setelah 119-154 hari. Panjang total rata-rata biawak muda adalah 15,8 cm, dan berat tubuhnya rata-rata adalah sekitar 4,4 g.


Namanya Tora (Toray), Biawak yang tempramennya bagus, jinak sekali, mau makan, warnanya nan indah, dan ukurannya yang mungil jadi ciri khas biawak rote gue, dengan kandang yang agak gede dari taperware yang sudah di modif, dengan banyak bolongan-bolongan (menggunakan solderan) untuk ventilasi udara di sampingnya, di tutup atasnya juga di potong dan di buat dengan menggunakan kawat ukuran kecil, di baut yang rapi, didalamnya untuk setingan kandang cukup di beri bebatuan dan kayu-kayu kecil, serta air untuk berendem. makannya jangkrik dan pingkies (bayi tikus).

Kebiasaanya suka berlari sangat kencang dan langsung bersembunyi, haha sungguh lucu... kalau sering di handle atau di pegang dan di beri perhatian lebih jadi penurut lho...dia tau kapan waktunya makan, jadi langsung aja di tuang jangkriknya dan langsung dikejar-kejar,,mantab.


Bayi diberi makan dengan jangkrik kecil-kecil, yang ditaburi dengan vitamin / suplemen mineral.
sangat sulit untuk melihat perbedaan antara V. auffenbergi dan timorensis V..pengamatan lebih lanjut yang belum pernah dipublikasikan.

Baca Lanjutannya.. Read more...

Video Tokek 2

Selasa, 21 September 2010


Ini Vidio yang kedua, smoga memberi inspirasi untuk para pecinta reptil khususnya pecinta tokek rumah besar!!!,, enjoy.

Baca Lanjutannya.. Read more...

Argus Monitor ( Biawak yang bisa berdiri ).

Senin, 16 Agustus 2010

Varanusgouldii_LakeArgyle_1
Argus Monitors (Varanus panoptes horni)
Australia2- argus



Biawak Argus adalah jenis biawak yang kuat dan hidup di padang rumput dan berasal dari selatan papua nugini . Biawak Argus adalah jenis biawak yang lumayan besar dan dapat tumbuh hingga 2meter panjang total dari ujung kepala hingga ekor. Mereka adalah jenis kadal yang aktif dan mengejar mangsanya. salah satu ciri Khas biawak jenis ini, adalah mereka bisa berdiri dengan kedua kaki belakangnya yang kuat. menurut saya setelah melihat biawak Argus berdiri dengan dua kaki belakangnya, yang teringat oleh saya adalah dinosaurus :) . Mereka tidak terlalu mahir dalam memanjat dan berenang, kebanyakan harinya di habiskan di padang rumput atau daerah terestrial lainnya. mengetahui jenis kelaminnya tdk mudah, jantan biasanaya memiliki tubuh yang paling besar.

Temperature and UV Lighting

Biawak Argus bisa dipelihara dengan suhu 26-30 derajat celcius dengan tempat berjemur di suhu 40C. Dimalam hari suhu bisa turun ke 25c. Humidity di 60%-80%. UVB lighting tidak harus diberikan namun bisa untuk mempercantik. UVB lighting membantu reptil mendapatkan kalsium, dengan menciptakan vitamin D3. Namun, Karena mereka mendapatkan kalsium dan D3 dari makanannya yang terdiri dari tikus, ayam, dll, mereka tidak membutuhkan lg kalsium tsb. Tulang dari tikus dan ayam menyediakan kalsium, sedangkan hati dari ayam dan tikus menyediakan vitamin D3.

Housing

Argus baby dapat dipelihara di akuarium 60cm, tapi mereka dapat tumbuh dengan cepat dan argus yang lebih besra harus dipelihara di kandang yang lebih besar. Argus yang sudah dewasa dapat dipelihara di kandang 4m dan diberikan alas yang dapat digali. betina dapat dipelihara di kandang yang lebih kecil. dan untuk Argus yang berukuran monster kadang membutuhkan kandang seukuran kamar kita.

Bedding

Rekomendasi saya untuk alas kandang adalah koran, pasir, serbuk kelapa. dan ada baiknya menyediakan lapisan alas yang agak tebal sehingga biawak bisa menggali.

Calcium

Kalsium dan Vitamin diberikan ketika kita memberikan makanan yang tidak mengandung tulang kepada biawak kita. ketika kita memberikan tikus, ayam atau ikan, kalsium dan vitamin tidak harus diberikan lagi.

Food

Biawak Argus termasuk jenis biawak yang oportunis, mereka hampir memakan semua jenis serangga dan mamalia kecil yang dapat ditemukan. Makanan idealnya; tikus kecil, Tikus rat, jangkrik, superworms, hati sapi, dan telur yang direbus. Dengan campuran makanan seperti di atas dan pemberian makanan maksimal 5x seminggu sudah dapat memenuhi kebutuhan makannya dan membantu perkembangan badannya maksimal.

Cleaning and Handling

Kandang harus dibersihkan bila kotor. Sisa makanan dan kotoran hewan harus dibersihkan beberapa kali dalam 1 minggu. alas kandang harus diganti setiap sebulan sekali dan air minum yang bersih harus disediakan setiap saat. Biawak Argus dapat di pegang setiap saat tapi ada baiknya memberikan waktu mereka untuk berdaptasi dengan kandang barunya agar lebih jinak. selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang binatang yah.

Sumber : Reptilx.com

Baca Lanjutannya.. Read more...

My First Carpet Python

Senin, 17 Mei 2010

Morelia spilota variegata Irian Jaya Carpet Python

Carpet python yang berasal dari tanah papua Irian Jaya!! ...Carpet python dewasa biasanya hanya mencapai 1.5 - 1.7 meter panjangnya, biasanya carpet betina lebih besar dari jantan yaitu 1.7 - 2.3 meter.
Pola warna dapat bervariasi dari hitam ke kuning terang dan hitam pekat. Mereka adalah ular bertubuh relatif tipis, dan memiliki ekor yg dapat memegang untuk membantu mendaki/menaiki pohon. Semua spesimen memiliki perut putih, sering juga ada yang berbintik-bintik hitam. Ular ini bersifat semi-arboreal dan habitat alami mereka adalah hutan tropis. Carpet bisa hidup selama 10-20 tahun, makanan favoritnya di alam (hutan) bisa burung, tikus, bayi tikus, puyuh dan ayam.


Ular ini dikenal karena warna mereka terang, kadang lebih terang dari semua Morelia (kecuali untuk Green Tree Python, Morelia viridis). Ular ini sering disimpan dan di pelihara masyarakat pedalaman.
tubuhnya berukuran sedang, kepala nya telah disamakan dengan kepala naga. Carpet termasuk ular pohon, memiliki ekor yang dpt memegang untuk membantu mereka dalam arboreal (hidup di pohon/selalu bertengger/mencari makan). Mereka tidak sepenuhnya arboral seperti Boa/mono pohon, tetapi mereka akan naik jika ada kesempatan menangkap mangsa atau dalam keadaan terjepit (seperti di buru manusia). Ular python hutan karpet (jungle carpet) ini rata-rata berwarna bercak warna kuning-cokelat di atas dasar hitam dengan bawah putih tegas, warna akan terlihat bagus bila sudah mencapai dewasa pada umur dua atau tiga tahun. Umumnya ular ini aktif atau mencari makan pada malam hari.

Habitat : Ular ini sangatlah lihai dalam meloloskan diri. Jika ingin memelihara harus ada sebuah kandang yang layak untuk ular ini, yang dewasa kandangnya saya sarankan lebih besar lebih baik, jadi saya akan merekomendasikan akuarium dengan setingan tropis agak lembab, ventilasi yang baik untuk keluar masuknya udara. Hal ini untuk memastikan kandang tidak mengering.

Mereka tidak agresif, tetapi defensif, dan sifatnya ketika muda lebih sering menggigit. Dan mereka kemudian lebih cenderung suka bersembunyi

Baca Lanjutannya.. Read more...

Video Tokek 1

Rabu, 12 Mei 2010


Ni vidio tokek, cuma mau ngambil dari tempatnya, dan untungnya lagi gak agresif,, tapi sayang kualitas gambarnya gak bagus.. lain kali gw pasti buat yang lebih bagus lagi gambarnya, thanx for watching..haha

Baca Lanjutannya.. Read more...

Inclusion Body Disease (IBD)

Minggu, 09 Mei 2010

Apakah IBD itu?

IBD merupakan suatu hal yang telah lama ada dalam pemeliharaan boa dan python di captivity, akan tetapi keberadaannya sendiri baru disadari oleh publik baru-baru ini. IBD dipercaya sebagai penyakit yang disebabkan oleh retrovirus dan sepertinya hanya menyerang anggota dari keluarga “boid”, seperti python dan boa. Penyakit ini mempengaruhi dua grup ular tersebut dengan berbagai cara yang berbeda akan tetapi kondisi yang diakibatkan akan selalu fatal ketika ular mulai menampakkan gejala-gejala yang diakibatkan oleh penyakit ini.

Ular bisa saja tidak menampakkan gejala-gejala apapun tetapi tetap saja menjadi pembawa dari penyakit ini – Boa, sebagai contoh, sering menjadi sarang dari penyakit ini tanpa menampakkan gejala-gejala terkena penyakit. Maka bila seekor ular yang dikandangkan dengan ular lain yang telah terinfeksi tidak menunjukkan adanya gejala-gejala apapun, bukan berarti ular tersebut kebal terhadap penyakit ini – ia tetap dapat menjadi sumber infeksi pada ular-ular lainnya yang masih sehat.

Penyakit ini diyakini disebabkan oleh “inclusion bodies” (sejenis retrovirus) yang diidentifikasi terdapat dalam sel epithelial dari ginjal dan pancreas ular yang terjangkit. IBD juga dikaitkan dengan degenerasi neuronal dan luka pada saraf tulang belakang dan otak, yang nantinya akan menyebabkan denegerasi myelin dan kerusakan pada saraf. Dalam beberapa kasus, ular yang terjangkit oleh IBD juga ditemukan terinfeksi oleh kutu ular, Ophionyssus natricis, akan tetapi karena keberadaan dari parasit ini tidak selalu hadir pada semua kasus IBD yang terjadi, maka hubungan sebab akibat yang pasti antara parasit ini dan IBD tidak dapat dibuat.

Host

Penyakit IBD sendiri telah diidentifikasi pada ular-ular dari keluarga boid di bawah ini, antara lain berbagai subspecies boa constrictor (Boa constrictor), green anaconda (Eunectes murinus), Haitian boa (Epicrates striatus), Burmese python (Python molurus bivittatus), Indian python (P. m. molurus), reticulated python (P. reticulatus), ball python (P. regius), carpet python (Morelia spilota) dan diamond python (M. s. spilota). Sebagai tambahan, penyakit yang mirip dengan IBD didiagnosa pada seekor eastern king snake (Lampropeltis getulus) yang dikandangkan dengan boa constrictor dan pada palm vipers (Bothriechis marchi).

IBD biasanya ditemukan pada ular-ular juvenile hingga ular dewasa, akan tetapi tidak menutup kemungkinan ular yang baru lahir (neonate) dapat terinfeksi juga.

Distribusi

Menyebar di seluruh dunia pada ular-ular dari keluarga boid yang ada dalam pemeliharaan. Kebanyakan kasus IBD terjadi di U.S namun kasus-kasus IBD baru-baru ini ditemukan pada captive pythons di Australia, Canary Island, dan Italia. Transportasi ular dalam perdagangan hewan dan transportasi ular dari institusi-institusi kebun binatang yang berbeda dipercaya menjadi sebab tersebarnya penyakit ini di seluruh dunia.

Sampai saat ini tidak diketahui apakah inclusion body disease juga muncul pada boa dan python di alam liar, atau secara exclusive hanya terjadi pada ular di pemeliharaan (hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut).

Gejala

Python dan boa memperlihatkan gejala yang sedikit berbeda, dimana penyakit berkembang lebih lambat pada boa.

Tanda-tanda infeksi IBD di Boa antara lain kekacauan pada sistem saraf pusat seperti lumpuh, tidak dapat mengembalikan posisi badannya ke arah semula ketika posisi badannya terbalik, “star-gazing” (posisi kepala ular tegak ke arah atas menatap langit), ketidak mampuan untuk menyerang atau membelit mangsanya – atau bahkan hanya pada kelumpuhan saja. Gejala-gejala lain yang terjadi di Boa adalah penurunan berat badan secara ekstrim, menderita muntah kronis, serta infeksi pernafasan. Dysecdysis yang disebabkan oleh ketidak mampuan ular untuk mengontrol gerakan tubuhnya dalam melepas kulit lama-nya.

IBD berkembang secara lebih agresif pada ular python, selain gejala-gejala yang telah dijelaskan untuk boa di atas (terkecuali muntah kronis), python juga mengalami “mouth rot” (infectious stomatitis), disorientasi dan hilangnya kordinasi otot serta respon refleks yang terlalu tinggi atau terlalu besar.

Baik pada Python ataupun Boa, penyakit ini berkembang sangat cepat dan berakibat fatal pada ular-ular juvenile. Dimana kematian dengan cepat terjadi setelah dimulainya kelumpuhan ringan pada ular.

Daya tahan Virus di luar inangnya

Berdasarkan apa yang telah diketahui tentang virus pada saat ini, maka disinfektan berbasis alkohol (e.g. Sagrotan, Desderman, Microzid) akan melenyapkan virus. Sebagai retrovirus, IBD tidak akan bertahan di luar tubuh inangnya untuk jangka waktu yang lama.

Pencegahan

Sampai sekarang tidak ada pengobatan untuk penyakit ini, dan dikarenakan penyakit ini selalu berakibat fatal dan sangat menular, maka euthanasia pada ular yang positif terjangkit oleh IBD merupakan tindakan yang dianjurkan. Sekalipun ular dapat dijaga agar tetap hidup melalui tindakan-tindakan seperti force feeding dan hydration, kerusakan yang terjadi pada saraf, otak, saraf tulang belakang dan organ-organ dalam sangatlah besar – sehingga biarpun ular tetap hidup tetapi kualitas hidup ular itu sendiri akan semakin menurun yang juga disertai dengan meningkatnya rasa sakit pada ular.

Dikarenakan belum adanya pengobatan untuk penyakit ini dan penyebarannya yang seperti virus, maka tindakan yang dapat dilakukan untuk menimalisir resiko masuknya IBD ke ular peliharaan kita adalah dengan melakukan aksi-aksi pencegahan, antara lain:

■Hanya menempatkan satu ular dalam satu kandang.
■Penggunaan satu macam barang untuk tiap satu kandang (tempat minuman, hook, dan lain-lain).
■Hindari pemberian makanan yang telah ditolak oleh satu ular kepada ular lainnya.
■Pembasmian kutu.
■Melakukan tindakan euthanasia pada ular yang telah positif terjangkit oleh IBD.
■Melakukan disinfeksi kandang dan peralatan secara berkala.
■Mencuci tangan setelah dan di antara penghandlean satu ular sebelum menghandle ular lainnya.
■Kandang yang terbuat dari kayu polos (tidak dilapis melamine dan semacamnya) harus disingkirkan, apabila ular yang telah terkonfirmasi terjangkit IBD tinggal di dalamnya.
Karantina secara ketat untuk setiap ular jenis Python dan Boa yang baru kita dapat, paling tidak untuk jangka waktu 3-6 bulan dan jika anda telah memiliki pet Python maupun Boa, selalu berhati-hati dan waspada setiap mengunjungi toko hewan peliharaan, pameran reptil, ataupun melihat-lihat koleksi reptil orang lain.

Diterjemahkan dan diambil dari berbagai sumber.

Retrovirus yang terdapat pada Boa constrictor yang terkena IBD

























Tanda-tanda IBD











































































All pictures are taken from: http://www.vetmed.ufl.edu
Pembahasan tentang IBD:

■http://www.vetmed.ufl.edu/college/depar … Virus.html

■http://www.boaconstrictors.com/com/Haltung/IBDEng.htm

■http://www.reptileexpert.co.uk/BodyIncl … sease.html

■http://www.anapsid.org/ibd.html





Sumber : Reptilx.com

Baca Lanjutannya.. Read more...

Click to Save the Rainforest

Save the Rainforest

Click to Stop Global Warming

Stop Global Warming

This site sponsored

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP